Randy Pangalila Putuskan Pensiun Jadi Petarung, Setelah Menang Lawan Kkahje

Dok Foto Instagram @randpunk

MEDIASOSIALITA.COM, Jakarta,- Randy Pangalila berhasil memenangkan pertandingan Byon Combat 3 melawan Kkahje yang digelar pada Sabtu kemarin lalu. Randy Pangalila berhasil mengalahkan Kkahje secara TKO pada ronde pertama.

Namun pertandingan itu menjadi pertarungan terakhir Randy Pangalila. Pasalnya, Randy memutuskan untuk pensiun sebagai atlet tarung bebas.

Randy mengaku sebenarnya ia sudah lama berniat untuk berhenti berkarier di dunia olahraga tarung bebas. Pasalnya, Ia merasa sudah cukup tua untuk menjadi seorang petarung.

“Sebenarnya aku berpikir untuk pensiun sudah lama. Pensiun di combat sport ya. I’am getting older man. This is combat sport, it’s not a jokes man,” ungkap Randy Pangalila dalam kanal YouTube Denny Sumargo.

Rendy sendiri tak menampik saat melawan Kkahje ia merasa cukup kesulitan dikarenakan perbedaan usia keduanya yang cukup jauh. Randy merasa tenaganya tidak sebanding dengan Kkahje.

“Kalau lu semakin tua, dan kemarin itu sebenarnya gua 34 lawan 26 bro. Young man bro, young blood. Kayak Beda gitu, fisik itu berbeda. Pada saat lu muda. Jadi gua kayak ini gua udah 34 sudah punya dua anak. Gua udah mulai harus berpikir yang rasional,” akunya.

Randy Pangalila mengatakan dirinya harus memilih salah satu karier yang akan ditekuninya. Ia pun memutuskan untuk fokus di dunia hiburan dan meninggalkanring tinju.

“Aku harus pilih salah satu. Karena gini, aku nggak bisa egois, dua hal ini tidak bisa berjalan bersamaan,” ujarnya.

“So i have to choose. Dan pada saat aku memilih, aku akan memilih yang long term. Di perfilman, di industri permusikan itu lebih long term, so thats why i say goodbye,” lanjut Randy Pangalila.

Randy juga mengatakan bahwa pertarungan yang telah menjadi mimpinya telah terwujud saat melawan Kkahje.

“Aku selalu bilang this is my dream fight. Nobady understand maksudnya dream fight tu apa. karena buat aku, aku kepengen suatu saat mengakhiri karier ku di combat sport bukan hanya melawan selebritis, terapi melawan yang benar-benar atlit,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *