Tarif PSK di Negara Ini Disebut Paling Murah

  • Bagikan

[ad_1]

Ilustrasi

Ilustrasi | www.pexels.com

Di Indonesia, Rp2 ribu ini seperti membayar toilet umum.

Sebuah fakta yang sangat miris terungkap di negara Bangladesh, di mana banyak para wanita yang terpaksa terjerumus dalam dunia prostitusi.

Bangladesh memang merupakan salah satu negara yang melegalkan prostitusi, bersama dengan negara lain seperti Belanda dan Jepang. Bisnis prostitusi tumbuh subur di Bangladesh, lokalisasinya pun dapat dengan mudah dijumpai dan dikunjungi.

1.

Negara yang melegalkan porstitusi di bawah umur

Ilustrasi

Gambaran porstitusi di bawah umur. | amazingnara.com

Berbeda dengan Belanda dan Jepang yang membuat peraturan ketat demi melindungi para pekerja di bidang prostitusi, Pemerintah Bangladesh tidak memberikan jaminan atau perlindungan bagi para pekerja seksual di negaranya.

Banyak lokalisasi kumuh yang dihuni oleh PSK berusia remaja. Rata-rata dari mereka dijual secara sukarela oleh orang tuanya sendiri demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian mencekik.

Penelitian yang dilakukan di kota Kadapara, diperkirakan sekitar 29 ribu anak di bawah umur dipaksa menjadi pelacur. Kehidupan mereka sungguh jauh dari kata layak, ditambah dengan risiko penularan penyakit yang mengincar mereka kapan saja.

2.

Perhitungan tarif Rp2 ribu yang diterima

Ilustrasi

Gambaran mirisnya kehidupan PSK di Bangladesh. | amazingnara.com

Parahnya lagi, tarif murah para Pekerja Seks komersial (PSK) yang mereka terima semakin membuat hidup mereka miris. Faktanya, tarif prostitusi di negara Bangladesh bisa dikatakan sangat murah, yakni sekitar US$0,6 atau sekitar Rp8 ribu. Tarif ini pun jadi yang tarif paling murah di dunia.

Bayaran Rp8 ribu tersebut ternyata tidak diterima para PSK secara utuh. Uang tersebut masih harus berbagi lagi dengan mucikari dengan jumlah yang lebih besar.

Jika dihitung-hitung, total pendapatan bersih per layanan yang didapatkan para wanita di sana hanya sekitar Rp 2.300 saja.

3.

Remaja dipaksa keluarga untuk menjadi PSK

Ilustrasi

Gambaran mirisnya kehidupan remaja di Bangladesh yang dipaksa keluar untuk melacur. | amazingnara.com

Hal lain yang cukup mencengangkan terkait prostitusi di Bangladesh adalah, pelakunya yang ternyata juga berasal dari usia yang tergolong masih sangat muda.

Di sana, remaja-remaja yang sudah berusia lebih dari 12 tahun, akan dipaksa untuk menjadi wanita pemuas. Rata-rata para remaja ini tidak memiliki pendidikan yang cukup, serta lahir dan besar di kawasan tersebut.

Para gadis biasanya dipatok dengan harga yang agak sedikit lebih tinggi, walaupun hitungannya masih terlalu murah. Biasanya, uang hasil bekerja ini mereka berikan kepada orang tua dan tentu saja mucikari.

Artikel Lainnya

Lebih pilunya lagi adalah soal masa depan mereka, para gadis ini selalu bermimpi untuk bisa keluar dan mencari hidup yang lebih baik, tapi bagi mereka rasanya hal ini tak mungkin terjadi.

Tags :


[ad_2]

sumber berita

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.